Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • HOT NEWS
Ekobis: Selama Ramadan, Blibli Catat Pertumbuhan Positif - Wednesday, 12 May 2021 11:51
Entertainment: Film Tarian Lengger Maut Tayang Serentak di Bioskop 13 Mei... - Wednesday, 12 May 2021 11:49
nusantara: Ustd Tengku Zulkanain Meninggal Dunia Diduga Karena Covid-19 - Tuesday, 11 May 2021 00:01
Metro: 100 Jurnalis Mendapatkan Paket Sembako Dari YPJI - Monday, 10 May 2021 23:57
Entertainment: ASIA 87 BAND Rilis Single “Lebaran yang Berbeda” - Monday, 10 May 2021 23:13
Blue Grey Red
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Arsitek Membekali Diri dan Berkolaborasi untuk Membangun Kembali dengan Lebih Baik

Jakarta.Harianasional.com-Sejumlah wilayah di Indonesia berulang kali dilanda bencana. Dalam rentang waktu yang  terbilang  singkat  gempa  mengguncang  Tasikmalaya,  Yogyakarta,  Aceh,  NTB, Toli-Toli  dan  Sulawesi  Tengah.  Dampak  gempa  tersebut  tidak  hanya  merusak bangunan dan kerugian material, namun juga banyak menelan korban jiwa.  Lalu  bagaimana  Arsitek  memposisikan  diri  dalam  membangun  kota-kota berketahanan?

Hampir  seluruh  wilayah  Indonesia  dilewati  jalur  cincin  api  (ring  of  fire),  kecuali Kalimantan. Ini merupakan jalur patahan dan gunung api yang melingkar di sepanjang Samudera Pasifik. Selain itu secara geologis, Indonesia terletak di jalur tektonik yang sangat  aktif  karena  interaksi  tiga  lempeng  mayor  dan  banyak  lempeng  minor. Akibatnya  gempa  bumi  serta  letusan  gunung  api  adalah  hal  yang  jamak  terjadi  di Tanah Air. Terutama Palu dan Donggala yang merupakan titik pertemuan tiga lempeng tektonik  utama  dunia  yakni  lempeng  Indo-Asutralia,  lempeng  Pasifik  dan  lempeng Eurasia.

Pada  Rakernas  IAI  2019  di  Ternate,  Maluku  Utara,  Ikatan  Arsitek  Indonesia menetapkan Palu, Sulawesi Tengah sebagai Tuan Rumah Rakernas IAI 2020, dengan tujuan utama memberikan dukungan kepada Rekan-Rekan di Palu yang sedang mulai bangkit kembali dan menata perikehidupannya pasca bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah. Namun akibat Pandemi Covid-19, yang mulai merebak pada awal  tahun  2020, Rakernas IAI  2020 baru  dapat diselenggarakan  pada  24-27 Februari  2021. “Kami  mengambil  hikmah  baiknya  saja,  diundurnya Rakernas IAI  ini memberikan kami cukup waktu dan ruang untuk memberikan sedikit sumbangsih bagi Rekan-Rekan  terdampak  bencana  di  Majene-Mamuju,  Sulawesi  Barat.”,  ungkap Taswin Bulu, IAI., selaku Ketua Ikatan Arsitek Sulawesi Tengah.

Terkait tema Rakernas IAI 2021 : Arsitektur, Kota dan Resiliensi, serta rangkaian acara pendukungnya, yang salah satunya adalah Webinar Manajemen Bencana bagi Arsitek, I  Ketut  Rana  Wiarcha,  IAI.,  AA.,  selaku  Ketua  Umum  Ikatan  Arsitek  Indonesia menjelaskan, “Pada Rakernas ini selain ingin membahas hal-hal yang bersifat internal organisasi, IAI juga ingin membicarakan hal-hal eksternal yang berkaitan dengan isu-isu kebencanaan. Ada banyak sekali jenis bencana di negeri kita ini yang merupakan ‘supermarket  bencana’  yang  harus  kita  respon  dari  berbagai  disiplin,  khususnya Arsitektur.  Ketika  kita  berprofesi  sebagai  Arsitek,  kaidah-kaidah  bangunan  yang berketahanan dan berkelanjutan harus diperhatikan. Hal-hal itu harus melekat dalam kompetensi dasar kita sebagai Arsitek. Terutama untuk merespon bencana-bencana yang terjadi secara periodik di Tanah Air. Untuk itu, berbagai pembekalan bagi para anggota  Ikatan  Arsitek  Indonesia  dilakukan  dengan  berbagai  cara,  salah  satunya dengan webinar tentang Kebencanaan ini.”

Gubernur Sulawesi  Tengah, Drs. H.  Longki Djanggola M.Si.,  melalui  PJ Sekprov  H. Mulyono  SE.,  MM.,  menyampaikan  melalui  sambutannya  pada  acara  Pembukaan Rakernas IAI, “Saya sangat berharap dalam forum ini kita dapat berbagi pengalaman menangani  bencana,  merefleksikan  pengalaman  kita  bersama-sama,  menarik berbagai pembelajaran yang pada akhirnya dapat menjadi bekal untuk mempercepat kesiap-siagaan  operasi  tanggap  darurat  maupun  rehabilitasi  dan  rekonstruksi  di Indonesia, khususnya di propinsi Sulawesi Tengah saat ini dan di masa mendatang.”

“Karya cipta tangan-tangan Arsitek yang humanis, berkualitas, nyaman dan terutama aman bencana bagi masyarakat. Disinilah peranan yang diharapkan masyarakat pada seorang Arsitek, yaitu mampu mengukur serta menentukan bangunan sebelum dibuat, baik  itu  rancangan  ataupun  ketahanannya  terhadap  bencana  serta  pemulihan infrastruktur  pasca  bencana.  Sehingga  tatkala  terjadi  kejadian  ataupun  bahkan bencana, seorang Arsitek harus mampu membangun, mengembalikan dengan lebih baik  dari  sebelumnya.  Mari  mempercepat  menuju  Indonesia  Tangguh  menghadapi bencana” lanjutnya.

Terkait  Peran  Arsitek  dalam  situasi  pasca  bencana,  Ariko  Andikabina,  selaku Sekretaris  Jenderal  Ikatan  Arsitek  Indonesia  menyampaikan,  “Pada  tahap  tanggap darurat  Arsitek  dapat  membantu  dalam  melakukan  pemetaan  serta  melakukan perancangan berbagai fasilitas sementara yang diperlukan warga terdampak. Hal ini merupakan  bagian dari Pengabdian  Profesi  Arsitek,  bagaimana Profesi  Arsitek bisa lekat dan dirasakan perannya secara langsung oleh masyarakat. Ini selaras dengan peraturan  tentang  Arsitek  baik  dari  UU  No.6/  2017,  serta  UU  No.11/  2020  dan Peraturan  Pemerintah  (PP)  sebagai  Peraturan  pelaksananya.  Dalam  Peraturan pemerintah sebenarnya ada beberapa hal yang dikaitkan dengan Pengabdian Profesi Arsitek.  Walaupun Pengabdian  Profesi  yang dimaksud dalam  PP No.15/ 2021 lebih kepada Pengabdian  Profesi  terkait dengan  bangunan sederhana,  yaitu agar  Arsitek dan Profesi Arsitek dapat menjangkau masyarakat luas.”

Membangun  kota  yang  tangguh  dan  berkelanjutan  adalah  investasi  bagi  generasi selanjutnya. Selain harus dapat mendukung tujuan sosial-ekonominya, pembangunan sebuah kota yang paling mendasar harus dengan kesadaran penuh terhadap bentang alamnya. Dalam rangka mempercepat menuju Indonesia Tangguh dan Berkelanjutan, berbagai  pendekatan  struktural  dan  non-struktural  perlu  dilakukan.  Hal  ini  selaras  dengan  yang  disampaikan  oleh  Sekretaris  Jenderal  Ikatan  Arsitek  Indonesia,  Ariko Andikabina. “Dalam konteks bencana, Peran Arsitek menjadi hal yang cukup sentral. Saat ini Arsitek menjadi salah satu tulang punggung dalam menanggulangi Bencana, terutama  pada  tahapan  rehabilitasi  dan  rekonstruksi  dengan  pendekatan  struktural yaitu  penerapan  kaidah-kaidah  bangunan  dan  infrastruktur  tahan  gempa.  Namun sebenarnya yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana Arsitek dapat berperan pada tahap pencegahannya. Bagaimana Arsitek dapat benar-benar berperan dalam Perencanaan  Kota  dan  Tata  Kota  yang  menjadi  salah satu  lingkup keahlian  Arsitek sesuai  UU  Arsitek  No.6/  2017.  Harusnya  di  tataran  itu  Arsitek  dapat  memberikan sumbangsih untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Pencatatan  dan  pemetaan  bencana  menjadi  sangat  penting  sebagai  salah  satu pendekatan  non-struktural  yang  mendasari  Perencanaan  Kota  dan  Tata  Kota.” tambahnya.

Tidak semua hal tentang bencana berdampak buruk bagi Indonesia, apabila seluruh stake holder kota-kota kita mau membuka diri  dan  saling berkolaborasi. Bagaimana mengubah bencana menjadi berkah? Di wilayah jalur gunung api terbentuk zona-zona mineral,  seperti  emas,  tembaga,  perak,  nikel  dan  juga  kromit.  Erupsi  gunung  api membawa  unsur  hara  yang  menyuburkan  Tanah  Air  kita.  Gunung  api  juga menyediakan energi panas bumi yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Lempeng tektonik juga penyebab kekayaan gas dan minyak bumi kita. “Arsitek harus berasosiasi dengan berbagai  pihak  dan  penentu kebijakan, agar  dapat  memberikan sumbangsih  yang  lebih  optimal  dalam  membangun  Indonesia  Tangguh  dan Berkelanjutan.  Rakernas  IAI  20#21  ini  sebagai  titik  awal  Ikatan  Arsitek  Indonesia menata  perangkat  organisasinya  untuk  dapat  berkolaborasi  lebih sistematis  dengan banyak  pihak,  serta  mempersiapkan  Arsitek-Arsitek  yang  lebih  professional  dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa mendatang.”, ucap Ketua Umum IAI, I Ketut Rana Wiarcha sekaligus menutup perjumpaannya dengan Media.

Donasi untuk PALESTINA

 

 

Kesehatan

Jadilah Pemenang Melawan Pandemi

Jadilah Pemenang Melawan Pandemi

Jakarta. Harianasipnal.com-Tahukah Anda mengapa Liberte, Egalitie, Fraternite menjadi The National Motto...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Tekno

ECOVACS ROBOTICS Memperkenalkan DEEBOT T9 9-dalam-1 di Indonesia

Jakarta. Harianasional.com-ECOVACS ROBOTICS, pembuat robot layanan rumah terkemuka di dunia, meluncurkan...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Pendidikan

Manajemen Waktu Belajar Daring di Masa Pandemi

Manajemen Waktu Belajar Daring di Masa Pandemi

Jakarta.Harianasional.com-Pertengahan Maret 2020, dunia pendidikan mengalami perubahan secara drastis....

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Otomotif

Menuju Dua Tahun Dalam Pandemi, UD Trucks Mengukuhkan ‘Ultimate Dependability’ seiring dengan upaya ‘Go Green’ untuk Indonesia

Menuju Dua Tahun Dalam Pandemi, UD Trucks Mengukuhkan ‘Ultimate Dependability’ seiring dengan upaya ‘Go Green’ untuk Indonesia

Jakarta.Harianasional.com-Di masa pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama 2 tahun ini, tantangan...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com