Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • HOT NEWS
nusantara: TNI AL Tuntaskan Serbuan Vaksinasi Covid-19 di desa Jugalajaya Bogor - Tuesday, 26 October 2021 11:09
nusantara: Pangkogasgabfib: Daratkan Pasukan Pendarat - Tuesday, 26 October 2021 00:48
nusantara: Vaksinasi Covid-19 TNI AL di Kabupaten Bogor Terus Digalakkan - Monday, 25 October 2021 12:03
nusantara: Trakindo Ajak Pemuda Tanamkan Kegigihan Menghadapi Tantangan - Monday, 25 October 2021 09:00
Entertainment: 100.000 Keluarga Quality Time di Bioskop Bareng Nussa - Monday, 25 October 2021 08:48
nusantara: Titiek Soeharto Membuka Rakornas Partai Berkarya - Sunday, 24 October 2021 12:05
Blue Grey Red
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Learn English Easy?

Babylon Pro 8 - a software translation and dictionary related to easily support 75 different languages around the world. With Babylon

 

 

Startup P2P Lending GandengTangan Kantongi Izin Usaha dari OJK

Jakarta. Harianasional.com-Startup pionir crowdlending GandengTangan telah mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK pada bulan September 2021.

Dalam surat keputusan OJK dengan nomor KEP-89/D.05/2021 disebutkan bahwa PT Kreasi Anak Indonesia yang menaungi GandengTangan mendapat izin usaha perusahaan penyelenggara layanan pinjam-meminjam berbasis teknologi informasi. Surat ditandatangani Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Financial Technology OJK, Tris Yulianta.

Jezzie Setiawan, CEO GandengTangan menyebutkan saat memperoleh izin usaha, GandengTangan berhasil meningkatkan penyaluran pinjaman hingga 12 kali lipat sejak rebound dari dampak pandemi di tahun lalu.

"Tahun 2021 ini, secara bisnis, kami mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Tentunya melalui kontribusi dan dukungan dari berbagai pihak," papar Jezzie.

Hingga September 2021, GandengTangan telah membantu 2.193 pelaku UMKM yang tersebar di 10 provinsi. Saat ini, total penyaluran pinjaman melalui platform mencapai Rp 34,6 miliar yang berasal dari 1.327 pendana. Pencapaian ini  mendatangkan kebahagiaan tersendiri bagi GandengTangan karena telah menghubungkan semangat usaha warga Indonesia.

Perolehan izin usaha dari OJK ini menjadi momen penting bagi GandengTangan perkuat misi untuk merangkul UMKM bangkit dari pandemi dan kembangkan usahanya.

"Dengan adanya surat tanda berizin ini, kami berharap ini dapat menjadi langkah awal dalam membuka peluang kerjasama yang lebih luas dengan institusi lainnya untuk menjangkau pelaku UMKM yang belum terlayani," tambah Jezzie.

Sebagai peer-to-peer lending platform, GandengTangan ikut ambil peran untuk meningkatkan  kesejahteraan masyarakat menengah-bawah sejak 2015. GandengTangan menghubungkan mereka yang jalani usaha mikro dengan pendana yang ingin berikan dampak sosial.

GandengTangan Siapkan Inovasi P2P Lending Berdampak Sosial

Agus Wicaksono, selaku Direktur PT Bahana Artha Ventura, salah satu investor GandengTangan mengatakan bahwa izin usaha dari OJK ini memantapkan rencana GandengTangan untuk memperluas jaringan.

"Izin usaha yang diperoleh GandengTangan dari OJK merupakan langkah awal dari rencana sinergi Bahana Artha Ventura (BAV) yang memiliki jaringan tersebar di seluruh Indonesia. Digitalisasi proses pembiayaan melalui GandengTangan akan memperluas jangkauan layanan UMKM di seluruh Indonesia, dengan tetap memperhatikan faktor risiko yang menyertainya,"  papar Agus Wicaksono.

Dalam satu tahun ke depan, GandengTangan akan menambah kerja sama dengan lembaga keuangan lokal dan meningkatkan inovasi teknologi agar memudahkan pengguna  GandengTangan.

Saat ini pun, GandengTangan tengah menjalin kolaborasi dengan salah satu BUMN untuk memberikan layanan pembiayaan ke pelaku UMKM yang belum bisa mengakses bank secara  langsung.

Setelah mendapat perizinan ini, inisiatif-inisiatif berdampak sosial akan lebih banyak hadir dari start-up penerima penghargaan DBS Foundation: Social Enterprise Grant Programme tahun 2018 ini terutama sebagai platform yang terlibat langsung dengan UMKM.

Social Enterprise Grant Programme merupakan program dana hibah tahunan yang dijalankan oleh Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation. Program ini merupakan wujud nyata salah satu pilar sustainability Bank DBS Indonesia, yaitu Creating Social Impact dalam membantu tumbuh kembang wirausaha sosial di Indonesia. Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan (purpose-driven bank), Bank DBS Indonesia terus berinovasi untuk menjadi bank yang mengedepankan keseimbangan antara ekonomi, sosial serta lingkungan.

“Kami senang setiap kali mendapat kabar dari para UMKM peminjam yang kini usahanya sudah mulai berkembang perlahan. Kabar baik ini memicu kami untuk terus berinovasi agar bisa membantu lebih banyak UMKM,” ujar Jezzie Setiawan.

 

 

 

 

 

Donasi untuk PALESTINA

 

Kesehatan

Risiko Autoimun Meningkat, Lindungi Kesehatan Diri dari Penyakit Kritis dan Jaga Keunggulan Finansial

Risiko Autoimun Meningkat, Lindungi Kesehatan Diri dari Penyakit Kritis dan Jaga Keunggulan Finansial

Jakarta. Harianasional.com-Meningkatnya kasus penderita autoimun belakangan ini didukung oleh data The...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Tekno

Cisco Berkomitmen Untuk Mencapai Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca Pada Tahun 2040,

Cisco Berkomitmen Untuk Mencapai Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca Pada Tahun 2040,

Jakarta. Harianasional.com-Pandemi COVID-19 memberikan dampak luar biasa pada seluruh aspek kehidupan...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Otomotif

Astra UD Trucks Memperluas Jaringan Digital dan Non Digital

Astra UD Trucks Memperluas Jaringan Digital dan Non Digital

Jakarta. Harianasional.com-Astra UD Trucks, salah satu distributor truk terbesar di Indonesia kembali...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com