Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • HOT NEWS
Entertainment: ‘Tarian Lengger Maut’ Resmi Dirilis - Friday, 23 April 2021 15:10
nusantara: Waspadai Turbulensi Politik di Kabinet Jokowi Tahun 2022 - Thursday, 22 April 2021 16:35
Metro: Yuk Nikmati Musik Sambil Ngabuburit di Ancol - Thursday, 22 April 2021 14:44
nusantara: Hanung Harimba : UMKM Go Global Jadi Solusi Pemulihan Ekonomi... - Thursday, 22 April 2021 14:31
nusantara: SiCepat Go Siap Bantu Pelaku UMKM Go Eksport - Thursday, 22 April 2021 14:25
Ekobis: Jelang Festival Harbuknas 2021, Dukungan Pemprov Banten Menguat - Thursday, 22 April 2021 13:57
Blue Grey Red
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Marketpalce di Masa Pandemi Sangat Berperan

Jakarta.Harianasional.com-Wabah Covid-19 membuat pemerintah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. PSBB menyebabkan pekerja kantor bekerja dari rumah, beribadah dilakukan di rumah,kegiatan belajar mengajar dengan daring, transportasi umum dibatasi dan dilarang keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Hal ini membuat beberapa sektor mengalami kerugian, tidak terkecuali sektor ekonomi.

Namun di balik merosotnya perekonomian negara saat pandemi, marketplace hadir sebagai penyokong   perekonomian.   Marketplace   merupakan   salah   satu   pendorong   utama   yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara mencapai $40 miliar pada tahun 2019 dan dipresiksi  meningkat hingga $130 miliar pada tahun 2025.

Total nilai transaksi marketplace di tahun 2020 tercatat lebih tinggi dari perkiraan Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan, total nilai transaksi marketplace di tahun 2020 sebesar Rp 253 triliun, atau naik dari tahun 2019 yang sebesar Rp.210,78 triliun dan 2018 yang sebesar Rp.110,96 triliun.

Berbelanja   online   di   marketplace   pada   masa   pandemi   adalah   pilihan   tepat.   Karena mengurangi interaksi secara langsung dan mengurangi penyebaran virus covid-19. Tidak hanya itu,marketplace biasanya juga menyediakan fitur pembayaran non tunai melalui dompet digital atau mobile banking sehingga   dapat  mempemudah transaksi   dari  mana  saja  tanpa   harus  bertatap muka.

Penjualan produk sembako, pembersih, sanitasi, masker kesehatan, dan vitamin mengalami peningkatan selama pandemi. Peningkatan permintaan juga terjadi terhadap peralatan memasak,video game, dan peralatan olahraga karena masyarakat Indonesia mulai menyesuaikan diri untuk menghabiskan waktu di rumah.

Sebaliknya, permintaan terhadap produk smartphone, otomotif,sepatu, pakaian formal, dan tiket liburan semakin turun karena keadaan perekonomian yang tidak menentu serta kekhawatiran kesehatan sehingga masyarakat mulai mengurangi konsumsi yang tidak terlalu dibutuhkan.

Sementara itu, perubahan dinamika pasar yang disebabkan oleh pandemi juga menciptakan peluang bagi layanan pengiriman makanan online. Pemimpin pasar seperti Go-Food dan Grab Food yang dapat diakses melalui Go-Jek dan Grab telah menerapkan mekanisme pengiriman tanpa   kontak   dan   prosedur   kebersihan   yang   ketat   untuk   terus   melayani   konsumen.   Pelaku industri mengatakan bahwa pasar pengiriman makanan di Indonesia berpotensi meningkat dua kali lipat akibat dari wabah Covid-19.

Untuk   mengimbangi   dampak   ekonomi   akibat   pandemi,   pemerintah   telah   mempercepat upaya reformasi perpajakan, termasuk pengenaan pajak atas transaksi pada platform e-commerceasing.

Pemerintah   mengantisipasi   adanya   penurunan   pendapatan   pajak   sebesar   10%   tahun   ini setelah menyalurkan berbagai bantuan dan insentif yang bertujuan untuk membantu usaha-usaha yang terdampak virus corona. Keuangan publik juga diperkirakan akan terpengaruh akibat dari penurunan pendapatan minyak dan gas karena permintaan dan harga global yang juga semakin menurun.

“Pendapatan pajak di Indonesia akan bergerak menuju perpajakan digital seiring dengan transaksi   online   yang  terus   meningkat   signifikan,  terutama  selama   pandemi   Covid-19,”  ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Pasca penerbitan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 pada tanggal 31 Maret, pajak pertambahan nilai   PPN   sebesar   10%   akan   dikenakan   atas   barang   dan   jasa   yang   dijual   melalui   platfor melektronik asing yang tidak memiliki entitas fisik di Indonesia, termasuk layanan ritel online,media streaming, e-learning, aplikasi, dan layanan cloud.

Peraturan  pelaksanaan  akan diterbitkan   untuk menjelaskan  lebih lanjut  mengenai   teknis pengenaan pajak – termasuk pajak penghasilan – terhadap perusahaan e-commerce asing yang memiliki keberadaan ekonomi yang signifikan di Indonesia.

Ditulis oleh : Dr. Endang Sugiarti, S.E.,M.M Dosen Fakultas Manajemen, Universitas Pamulang

Donasi untuk PALESTINA

 

 

Kesehatan

Jadilah Pemenang Melawan Pandemi

Jadilah Pemenang Melawan Pandemi

Jakarta. Harianasipnal.com-Tahukah Anda mengapa Liberte, Egalitie, Fraternite menjadi The National Motto...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Tekno

Alcatel-Lucent Enterprise Dukung Masa Depan Digital Inklusif di Asia Pasifik Pasca Pandemi

Alcatel-Lucent Enterprise Dukung Masa Depan Digital Inklusif di Asia Pasifik Pasca Pandemi

Jakarta.Harianasional.com-Alcatel-Lucent Enterprise, provider terkemuka untuk komunikasi, jejaring, dan...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Pendidikan

Manajemen Waktu Belajar Daring di Masa Pandemi

Manajemen Waktu Belajar Daring di Masa Pandemi

Jakarta.Harianasional.com-Pertengahan Maret 2020, dunia pendidikan mengalami perubahan secara drastis....

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Otomotif

Astra UD Trucks Hadirkan ‘Paket Super’ untuk Pengusaha Truk

Astra UD Trucks Hadirkan ‘Paket Super’ untuk Pengusaha Truk

Jakarta. Harianasional.com-Astra UD Trucks yang tahun ini hadir di Indonesia selama 37 Tahun dengan semangat...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com