Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • HOT NEWS
otomotif: UD Trucks Merilis World Premiere Kuzer di Indonesia - Saturday, 12 August 2017 06:47
Tekno: Game Nexon "LEGO Quest & Collect" Mencapai Lebih Dari 1... - Saturday, 12 August 2017 06:42
Metro: KH.Nawafie Saleh Komisi VII DPR RI bersama LIPI Kunjungi SMPN... - Wednesday, 09 August 2017 12:11
nusantara: MARKAS 2017: Ajang Kopi Darat Komunitas & Seller KASKUS - Wednesday, 09 August 2017 12:06
nusantara: Bakamla RI Sebar Life Jacket Sampai ke Merauke - Wednesday, 09 August 2017 12:00
nusantara: Laksda Agus Serahkan Jabatan Sestama Kepada Kepala Bakamla RI - Tuesday, 08 August 2017 07:53
nusantara: Demo Masak dan Yoga Ala DWP Bakamla RI - Friday, 04 August 2017 13:01
Blue Grey Red
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LGN Minta Pemerintah Tinjau Kebijakan Narkotika Atas Kasus Fidelis

Jakarta.Harianasional.com-Dhira Narayana selaku Ketua Lingkar Ganja Nusantara (LGN) mengatakan kasus Fidelis Ari Sudarwoto, pria asal Sanggau, Kalimantan Barat, yang menggunakan ekstrak ganja untuk mengobati penyakit, bukan yang pertama terjadi.

"Khasiat ganja sebagai pengobatan penyakit mematikan, sudah kami dokumentasikan sejak 2010," kata Dhira dalam diskusi Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat di kawasan Tebet, Jakarta, Minggu (2/4/2017).

Dalam kasus Fidelis, ganja dipakai untuk meringankan syringomyelia, penyakit yang menyerang tulang belakang. Adapun dalam temuan LGN, ganja sempat dipakai untuk diabetes, hepatitis, stroke, epilepsi, dan sebagainya," ungkapnya.

Menurut Dhira pemakaian ganja dalam medis masih tabu di Indonesia. "LGN berharap pengetahuan khasiat ganja medis menyebar, dan pada akhirnya dapat memberi keteguhan pada pemerintah untuk memulai riset ganja medis pertama di Indonesia."

Selain meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan narkotika, LGN meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau menghentikan proses hukum Fidelis. "Atas dasar kemanusiaan. Kita harus perhatikan kepentingan anak Fidelis," tegas Dhira.

Dalam kesempatan yang sama Yohan Misero selaku peneliti narkotika dari LBH Masyarakat, mendorong hal serupa. Mengacu pada Pasal 109 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penyidikan bisa dihentikan tergantung pertimbangan penyidik terhadap kasus yang bersangkutan.

Lebih jelas Yohan menambahkan, Aturan pidana terkait dengan narkoba, dibuat untuk menghentikan kekacauan dan akibat negatif ke publik. "Yang dibuat Pak Fidelis ini tak ada kekacauan, dia hanya suami yang berjuang untuk istrinya."

LBH masyarakat pun meminta BNN melirik situasi yang dialami anak Fidelis. "Karena ini soal perlindungan anak juga. Anak Fidelis sekarang sebatang kara karena ayahnya ditahan dan ibunya meninggal akibat tak bisa mengakses obat," terang Yohan.

 

Donasi untuk PALESTINA

 

Kesehatan

Milad Ke-46 Rumah Sakit Islam Tambah Pelayan Bary

Jakarta.Harianasional.com-Rumah Sakit Islan Jakarta Cempaka Putih dalam Miladnya yang ke-46 melakuakn...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Tekno

Game Nexon "LEGO Quest & Collect" Mencapai Lebih Dari 1 Juta Download

Jakarta.Harianasional.com-Game Nexon LEGO Quest & Collect telah di-download lebih dari 1 juta kali dalam...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Pendidikan

Berbagi Ilmu dan Teknologi Otomotif Terkini  di Hari Pendidikan Nasional

Berbagi Ilmu dan Teknologi Otomotif Terkini di Hari Pendidikan Nasional

Jakarta.Harianasional.com-Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2017 kemarin turut dirayakan di ajang Indonesia...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Otomotif

UD Trucks Merilis World Premiere Kuzer di Indonesia

UD Trucks Merilis World Premiere Kuzer di Indonesia

Jakarta.Harianasional.com-UD Trucks sebagai salah satu produsen kendaraan komersial bermesin diesel terkemuka...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com