Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • HOT NEWS
Metro: Croissant "Mumu Milk" Paling Enak Menemani Saat Ngopi - Wednesday, 02 March 2022 14:22
nusantara: Laksma Bakamla I Gusti Kompiang Jabat Deputi Opslat Bakamla - Wednesday, 02 March 2022 13:30
nusantara: Primkopal Denma Mako Koarmada I Gelar RAPJ Tahun Buku 2021 - Wednesday, 02 March 2022 10:02
nusantara: Pangkoarmada I Pimpin Sertijab Dansatban Koarmada I - Wednesday, 02 March 2022 09:13
Blue Grey Red
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LGN Minta Pemerintah Tinjau Kebijakan Narkotika Atas Kasus Fidelis

Jakarta.Harianasional.com-Dhira Narayana selaku Ketua Lingkar Ganja Nusantara (LGN) mengatakan kasus Fidelis Ari Sudarwoto, pria asal Sanggau, Kalimantan Barat, yang menggunakan ekstrak ganja untuk mengobati penyakit, bukan yang pertama terjadi.

"Khasiat ganja sebagai pengobatan penyakit mematikan, sudah kami dokumentasikan sejak 2010," kata Dhira dalam diskusi Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat di kawasan Tebet, Jakarta, Minggu (2/4/2017).

Dalam kasus Fidelis, ganja dipakai untuk meringankan syringomyelia, penyakit yang menyerang tulang belakang. Adapun dalam temuan LGN, ganja sempat dipakai untuk diabetes, hepatitis, stroke, epilepsi, dan sebagainya," ungkapnya.

Menurut Dhira pemakaian ganja dalam medis masih tabu di Indonesia. "LGN berharap pengetahuan khasiat ganja medis menyebar, dan pada akhirnya dapat memberi keteguhan pada pemerintah untuk memulai riset ganja medis pertama di Indonesia."

Selain meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan narkotika, LGN meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau menghentikan proses hukum Fidelis. "Atas dasar kemanusiaan. Kita harus perhatikan kepentingan anak Fidelis," tegas Dhira.

Dalam kesempatan yang sama Yohan Misero selaku peneliti narkotika dari LBH Masyarakat, mendorong hal serupa. Mengacu pada Pasal 109 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penyidikan bisa dihentikan tergantung pertimbangan penyidik terhadap kasus yang bersangkutan.

Lebih jelas Yohan menambahkan, Aturan pidana terkait dengan narkoba, dibuat untuk menghentikan kekacauan dan akibat negatif ke publik. "Yang dibuat Pak Fidelis ini tak ada kekacauan, dia hanya suami yang berjuang untuk istrinya."

LBH masyarakat pun meminta BNN melirik situasi yang dialami anak Fidelis. "Karena ini soal perlindungan anak juga. Anak Fidelis sekarang sebatang kara karena ayahnya ditahan dan ibunya meninggal akibat tak bisa mengakses obat," terang Yohan.

 

Donasi untuk PALESTINA

 

Kesehatan

Hari Kanker Sedunia 2022: “Limfoma Hodgkin: Dari Tantangan Menuju Harapan”

Hari Kanker Sedunia 2022: “Limfoma Hodgkin: Dari Tantangan Menuju Harapan”

Jakarta.Harianasional.com-Dalam rangka peringatan Hari Kanker Dunia 2022, PT. Takeda Indonesia mengadakan...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Tekno

ZTE Meluncurkan Rangkaian Produk dan Solusi 5G Terbaru di MWC 2022

ZTE Meluncurkan Rangkaian Produk dan Solusi 5G Terbaru di MWC 2022

Jakarta.Harianasional.com-ZTE Corporation perusahaan global terkemuka penyedia solusi teknologi telekomunikasi,...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Pendidikan

Ruangguru Gelar Program Holistik #PelatnasUTBK untuk Sukses Hadapi UTBK

Jakarta. Harianasional.com-Pendidikan tinggi merupakan salah satu faktor penting yang dapat menjadi penentu...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Otomotif

Dukung Penerapan Euro 4 di Indonesia, UD Trucks Siapkan Unit Baru dengan Teknologi SCR

Dukung Penerapan Euro 4 di Indonesia, UD Trucks Siapkan Unit Baru dengan Teknologi SCR

Jakarta.Harianasional.com-UD Trucks sebagai salah satu merek kendaraan komersial di Indonesia (d/h Nissan...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com