Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • HOT NEWS
nusantara: TNI AL Tuntaskan Serbuan Vaksinasi Covid-19 di desa Jugalajaya Bogor - Tuesday, 26 October 2021 11:09
nusantara: Pangkogasgabfib: Daratkan Pasukan Pendarat - Tuesday, 26 October 2021 00:48
nusantara: Vaksinasi Covid-19 TNI AL di Kabupaten Bogor Terus Digalakkan - Monday, 25 October 2021 12:03
nusantara: Trakindo Ajak Pemuda Tanamkan Kegigihan Menghadapi Tantangan - Monday, 25 October 2021 09:00
Entertainment: 100.000 Keluarga Quality Time di Bioskop Bareng Nussa - Monday, 25 October 2021 08:48
nusantara: Titiek Soeharto Membuka Rakornas Partai Berkarya - Sunday, 24 October 2021 12:05
Blue Grey Red
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

LBH Jarak Siap Avokasi Viani Gugar PSI Rp. 1 Triliun

Jakarta. Harianasional.com-M Sofyan, SH mendukung upaya gugatan politisi dari Partai Solidaritas Indonesia DKI Jakarta, Viani Limardi. Gugatan DPP PSI Yakni, menuding Viani melakukan pengelembungan dana reses.

“LBH JARAK sangat mendukung langkah hukum Viani dengan menggugat secara materi partainya, ” ujar M Sofyan, Rabu (29/09/2021).

Menurut M Sofyan, langkah hukum Viani sangat tepat dan berkeadilan. Mengingat PSI yang selama ini gemar melakukan pencemaran nama baik terhadap seseorang, misalnya, vokalis eks Nidji, Giring Ganesha yang juga Plt. Ketua umum PSI terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah berujar tuduhan yang mengatakan bahwa Anies Baswedan pembohong.

“Biar Tahu Rasa, apa yang dilakukan Kader-kader PSI selama ini, justru malah kena tinju kadernya sendiri,” ujar Sofyan.

Belakangan ini, sosok Viani Limardi sontak hadir kepermukaan publik dan menjadi momok pergunjingan. Sebab, perlakuan DPP PSI menyiarkan keadaan sebenarnya terhadap kontroversial kadernya itu dan kerap melanggar protap aturan dan etika kepartaian selama menjadi anggota DPRD DKI Jakarta. Dengan sanksi pemberhentian dirinya lantaran telah melalukan tindak penggelembungan dana reses.

Lebih lanjut Sofyan menjelaskan secara yuridis menyebutkan, berdasarkan UU 23 Tahun 2014 pada Pasal 139 ayat (2) dan Peraturan PKPU Tahun 2016. Alasan Diberhentikan karena Tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap sebagai anggota DPRD selama 3 (tiga) bulan berturut turut tanpa keterangan apapun. Melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik DPRD melainkan Partai Politik. Maka dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) karena melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

“Tindakan PAW oleh DPP PSI menurut pasal tersebut tidak serta merta dan dijadikan alasan pemberhentian dan PAW dari keanggotaan DPRD Provinsi DKI,” jelas Sofyan.

Pasalnya, Surat pemberhentian Viani telah ditandatangani Ketua Umum PSI Grace Natalie Louisa dan Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni pada Sabtu, 25 September 2021.

Kepada media hari ini, Selasa (28/09/2021), Viani membantah tudingan itu.

“Tidak ada sama sekali saya melakukan pengelembungan dana reses. Itu fitnah yang sangat busuk dan bertujuan membunuh karakter saya,” kata Viani di Jakarta.

Dia membeberkan bahwa nilai total dana reses yang dia terima sebesar Rp 302 juta untuk reses di 16 titik, telah dia selesaikan pada Maret 2021 dengan sisa sekitar Rp70 juta.

“Sisa dana itu saya kembalikan ke DPRD,” katanya.

Viani mengaku tak hanya kali itu sisa dana reses ia kembalikan, karena setiap kali reses dan dana yang ia terima berlebih, sisanya selalu dikembalikan ke DPRD.

“Silakan cek ke DPRD dan BPK,” tantangnya.

Dengan fakta seperti yang ia beberkan itu ia pun mempertanyakan bagaimana DPP PSI bisa menuduhnya menggelembungkan dana reses?

Viani mengaku kalau selama ini dirinya tak pernah diberi kesempatan untuk memberikan klarifikasi atas tudingan tersebut, termasuk ketika dia diminta minta maaf usai ribut dengan petugas ganjil genap pada Agustus lalu.

“Selama ini saya dilarang bicara, bahkan tidak diberikan kesempatan untuk klarifikasi seperti contohnya pada kejadian ganjil genap lalu yang mengatakan bahwa saya ribut dengan petugas. Bahkan saya harus minta maaf untuk sesuatu yang menurut saya tidak benar dan tidak saya lakukan,” katanya.

Atas pemecatan dirinya dan tuduhan mark-up dana reses, Viani mengatakan dirinya berencana mengambil langkah hukum dengan menuntut PSI.

“Kali ini saya tidak akan tinggal diam dan saya akan melawan dan mengambil langkah-langkah selanjutnya yaitu, menggugat PSI senilai Rp1 triliun,” tegasnya

Donasi untuk PALESTINA

 

Kesehatan

Risiko Autoimun Meningkat, Lindungi Kesehatan Diri dari Penyakit Kritis dan Jaga Keunggulan Finansial

Risiko Autoimun Meningkat, Lindungi Kesehatan Diri dari Penyakit Kritis dan Jaga Keunggulan Finansial

Jakarta. Harianasional.com-Meningkatnya kasus penderita autoimun belakangan ini didukung oleh data The...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Tekno

Cisco Berkomitmen Untuk Mencapai Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca Pada Tahun 2040,

Cisco Berkomitmen Untuk Mencapai Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca Pada Tahun 2040,

Jakarta. Harianasional.com-Pandemi COVID-19 memberikan dampak luar biasa pada seluruh aspek kehidupan...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Otomotif

Astra UD Trucks Memperluas Jaringan Digital dan Non Digital

Astra UD Trucks Memperluas Jaringan Digital dan Non Digital

Jakarta. Harianasional.com-Astra UD Trucks, salah satu distributor truk terbesar di Indonesia kembali...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com