Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • HOT NEWS
nusantara: IDI Papua Serukan Perlindungan Terhadap Tenaga Medis - Friday, 17 September 2021 09:59
Metro: Rapat Kerja MMTP Biro DKI Jakarta Bersama MMTP Biro Jakarta... - Friday, 17 September 2021 09:56
nusantara: Rayakan Hari Pelanggan, Astra Life Gelar Program Khusus - Friday, 17 September 2021 04:22
nusantara: Tim Pasukan Khusus TNI AL Lakukan Verifikasi Data Hidro Oseanografi... - Friday, 17 September 2021 04:17
Ekobis: Chatime Hadirkan Illumination's Minions di Menu Terbaru Dalgonana - Thursday, 16 September 2021 09:41
nusantara: Serbuan Vaksinasi TNI AL Selama Dua Hari di Pasir Angin... - Thursday, 16 September 2021 09:33
Ekobis: MGID Berintegrasi dengan Oracle Moat Measurement - Thursday, 16 September 2021 09:27
nusantara: 534 Orang Warga Pasir Angin Cileungsi Bogor Terjaring Serbuan Vaksinasi... - Wednesday, 15 September 2021 10:13
Blue Grey Red
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Kesehatan

Keluarga Sangat Berperan dalam Menuntaskan Target Vaksinasi Lansia untuk Mencapai Herd Immunity

Jakarta. Harianasional.com--Sejak awal program vaksinasi COVID-19 dimulai secara nasional, kelompok lanjut usia (lansia) ditetapkan sebagai target penerima vaksin yang diprioritaskan, karena kelompok ini paling rentan dan memiliki risiko terinfeksi COVID-19 lebih tinggi. Namun, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, per 12 Agustus 2021, dari total 21.553.118 target penerima vaksin COVID-19 kelompok lansia, baru 4.979.210 (23,10%) yang mendapat vaksin dosis pertama dan baru 3.383.747 (15,70%) yang sudah mendapat vaksin dosis kedua.

Diskusi yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) hari ini mengupas isu tersendatnya vaksinasi lansia di Indonesia. Lambatnya pencapaian target vaksinasi kelompok lansia disebabkan oleh beberapa faktor terkait akses, dukungan dan juga masih adanya vaccine hesitancy pada lansia. Banyak lansia tidak mau atau memilih untuk tidak divaksinasi karena sebagian besar tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang vaksin, sehingga takut akan kemungkinan efek samping, Selain itu, banyak lansia juga tidak memiliki akses untuk mendapatkan vaksin, yang disebabkan oleh ketidaktahuan tentang cara mendaftarkan diri, mendapatkan informasi, atau mendatangi lokasi vaksinasi. Berbagai kendala yang dihadapi oleh lansia ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa mereka tidak memiliki support system yang dapat membimbing, membantu dan mengantarkan mereka mendapatkan vaksinasi. Support system yang sangat penting ini seringkali dimulai dari anggota keluarga, tidak hanya yang berada di sekitar dan bersedia membantu, tetapi juga yang memahami pentingnya memvaksinasi anggota keluarga yang lebih tua.

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan mengatakan, “Vaksinasi sangatlah penting untuk mengurangi jumlah rawat inap dan gejala parah akibat COVID-19. Per tanggal 12 Agustus 2021 per 18.00, sudah 52 juta lebih sasaran mendapat dosis pertama dan 26,1 juta sudah menerima vaksin kedua. Namun, baru sekitar 23% sasaran kelompok lansia yang mendapatkan dosis pertama dan baru 15% yang mendapatkan dosis kedua. Tujuan kita adalah mencapai herd immunity, dan oleh karena itu harus mencapai 70% dari jumlah sasaran. Dan kita sudah dari awal sesuai dengan rekomendasi WHO bahwa kelompok dengan risiko tinggi, memiliki penyakit penyerta atau komorbid dan risiko penyakit parah dan risiko kematian yang lebih tinggi harusyang pertama-pertama dilindungi.”

Program vaksinasi idealnya memastikan semua kelompok sasaran sampai ke target 70%. Agar tidak ada terjadi pocket of unimmunized people atau kantong-kantong populasi yang tidak terlindungi.

Selain berbahaya karena akan tetap menimbulkan potensi penularan dan melanggar prinsip Equal Respect yang disarankan tim ahli WHO, Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE). “Oleh karena itu, lansia, adalah prioritas. Dan untuk memastikan cakupan terhadap lansia tinggi, partisipasi berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyebarkan informasi yang tepat dan akurat. Untuk menyampaikan manfaat vaksinasi bagi lansia sendiri dan manfaatnya bagi orang lain di sekitar mereka,” terang dr. Nadia.

Dikutip dari laporan penelitian yang berjudul “Frailty state among Indonesian elderly: prevalence, associated factors, and frailty state transition”, populasi lansia di Indonesia termasuk ke delapan tertinggi di dunia dan yang tertinggi di Asia Tenggara, yaitu 8,2% atau mencapai 21 juta orang.1

Kelompok lansia tersebut telah mengalami berbagai proses perubahan karena penuaan (frailty) yang menyebabkan mereka menjadi semakin rentan atau lebih mudah terserang penyakit, atau bahkan terjadi kematian apabila terpapar virus yang berbahaya. Kerentanan inilah yang menjadi salah satu landasan mengapa vaksinasi untuk lansia perlu untuk semakin dipercepat.

“Stok vaksin yang memadai sangat penting untuk mendukung pemerintah daerah mempercepat vaksinasi. Oleh karena itu, untuk mempercepat terlaksananya vaksinasi, PT Bio Farma telah mendistribusikan 19,3 juta dosis vaksin COVID-19 selama hampir dua pekan awal bulan ini, dan hingga Kamis, 12 Agustus 2021 total vaksin yang sudah didistribusikan mencapai 106,2 juta dosis.

Bio Farma terus mendistribusikan vaksin COVID-19 ke 34 provinsi dari berbagai macam platform, baik dari yang diolah sendiri di Bio Farma, maupun dari produsen lain melalui COVAX Facility, donasi internasional maupun perjanjian bilateral. Dalam proses pendistribusian, PT Bio Farma memiliki tanggung jawab untuk pelaksanaan distribusi sejak dari Bio Farma hingga Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, berdasarkan pada alokasi dan permintaan dari Kementerian Kesehatan," jelas Bambang Heriyanto, Sekretaris dan Juru Bicara PT Bio Farma.

Dengan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 dan terdeteksi berbagai varian baru COVID-19 seperti varian Alpha, Beta, dan Delta, vaksinasi semakin penting untuk mencegah penularan. Varian Delta yang menjadi perhatian saat ini telah menyebar hampir merata di seluruh daerah di Indonesia berdasarkan hasil penelitian spesimen. Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa semua vaksin COVID-19 saat ini efektif melawan semua varian virus corona termasuk varian Delta yang telah menyebabkan peningkatan lonjakan kasus yang signifikan.

Sebagaimana dijelaskan oleh Rizman Abudaeri, Direktur AstraZeneca Indonesia, “Vaksin COVID-19 AstraZeneca memiliki efektivitas sekitar 80-90% mencegah penyakit parah dan rawat inap akibat COVID-19 di semua kelompok usia dewasa termasuk lansia dengan tingkat keamanan yang tinggi.

Vaksin AZ sangat efektif terhadap varian Beta dan Delta, yang saat ini tengah menjadi perhatian. Berdasarkan data efektivitas vaksin AZ adalah 92% terhadap rawat inap karena varian delta. AstraZeneca terus mendukung Program Imunisasi Nasional yang dipelopori oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan bertujuan untuk mempercepat rencana pemerintah untuk memberikan vaksinasi berskala besar bagi setiap orang di Indonesia yang memenuhi syarat, termasuk para lansia. Hingga saat ini, lebih dari 16 juta dosis vaksin AstraZeneca kini telah dikirimkan ke Indonesia secara nirlaba melalui berbagai jalur penyediaan, termasuk COVAX, bilateral, dan donasi.

Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan mitra lainnya untuk mengirimkan vaksin ke Indonesia demi mendukung pemulihan Indonesia dalam jangka waktu secepat mungkin.” Turut berbicara pada diskusi hari ini adalah Eddy Yoshawirja, salah satu penerima vaksin tertua di Indonesia yang saat ini sudah berusia 100 tahun, yang didampingi oleh putranya, Benny Yoshawirja.

Dia mengungkapkan bahwa sang ayah tidak merasakan gejala apapun setelah divaksin dan ia sendiri yang mendaftarkan ayahnya untuk divaksin. Benny juga mengungkapkan bahwa pada formulir screening, ayahnya sempat tidak lolos screening karena ada riwayat sakit ginjal, namun setelah Benny berkonsultasi dengan dokter umum dan internis, Bapak Eddy dinyatakan boleh divaksin. Benny juga mengungkapkan bahwa Ia merasa lega karena sang ayah sudah divaksin dan berterima kasih karena pemerintah telah memberikan prioritas kepada warga lansia untuk menerima vaksin. Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak ragu untuk mendaftarkan, mengantarkan dan menemani anggota keluarga lansia mereka untuk vaksinasi, dan menjadikan Bapak Eddy sebagai contoh dan panutan yang baik.

Berkaca dari pengalaman Bapak Eddy ini, Ammar Zoni sebagai salah satu public figure yang juga sudah menerima vaksin mengungkapkan bahwa dukungan dari keluarga memang sangat penting agar para lansia bisa mendapatkan vaksin dan terlindung dari COVID-19. Ammar juga mengatakan bahwa keluarga adalah support system yang paling penting dalam vaksinasi, khususnya untuk lansia.

Keluarga lah yang bisa membantu para lansia untuk melakukan pendaftaran, mengantarkan, dan menemani para lansia untuk mendapatkan vaksinasi, dan juga merawat mereka setelah vaksinasi selesai dilakukan. Menyadari hal ini, Ammar juga sering menggunakan platform media sosialnya untuk ikut serta berbagi informasi tentang vaksinasi. Ia menjelaskan bahwa public figure dapat ikut serta dalam membantu sosialisasi dan advokasi vaksinasi dengan cara berbagi informasi yang akurat melalui platform mereka masing-masing, demi mensukseskan program vaksinasi COVID-19 nasional.

Juru Bicara Vaksinasi tingkat Pusat dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dr. Reisa Asmoro Broto menggarisbawahi pentingnya advokasi kepada generasi millennial dan keluarga muda agar mereka bukan saja lebih peduli terhadap pentingnya membangun ‘kekebalan keluarga’, tapi sadar bahwa ada kewajiban moral bahwa kekebalan dan perlindungan bersama harus dibuat merata dan setara. “Ada tiga hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat terutama kepada anggota lansia di keluarga maupun komunitas terdekat mereka, untuk mencapai jumlah target vaksinasi terhadap lansia: Pertama, memberikan informasi yang tepat terkait lokasi dan manfaat vaksinasi COVID-19. Kedua, memastikan lansia terdaftar dan antar mereka ke lokasi vaksinasi COVID-19. Ketiga, mendampingi lansia agar nyaman saat proses vaksinasi berlangsung. Saksikan momen penting dalam perjalanan hidup mereka. Jadilah Pahlawan bagi lansia, “daftar, antar, temani” mereka ke tempat vaksinasi,” tegas dr. Reisa. “Kunci sukses vaksinasi adalah merata dan setara dengan tujuan untuk melindungi sesama.

Jadi, tidak ada yang boleh tertinggal. Semoga kelompok sasaran penting untuk dipastikan mencapaiminimum target 70%. Itulah makna sebenarnya dari kekebalan bersama,” lanjutnya. Dr. Reisa mengingatkan kalaupun sudah berhasil membuat sekeluarga tervaksinasi, vaksin adalah salah satu lapisan pertahanan. Dan belum ada vaksin yang 100% melindungi dari tidak kena covid-19 sama sekali. “Jadi, lanjutkan disiplin prokes, dukung testing, tracing, treatment dan sukseskan vaksinasi. Bersama-sama untuk kepentingan semua.”

 

Ajak Generasi Muda Berperan Aktif untuk Pencegahan TBC, PT Johnson & Johnson Indonesia Luncurkan TOSS TBC Virtual Run & Ride 2021

Jakarta. Harianasional.comKementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mewujudkan komitmennya dalam upaya menekan angka penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) dan Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) di Indonesia, terlebih pada masa pandemi saat ini. Tahun ini, didukung penuh oleh PT Johnson & Johnson Indonesia, Kementerian Kesehatan RI meluncurkan kegiatan TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh) TBC Virtual Run & Ride 2021.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan Ayo TOSS TBC (Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh), yang merupakan kampanye sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia, terutama para generasi muda tentang penyakit TBC dan TBC RO, serta mengajak masyarakat dan khalayak sasaran usia produktif untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyakit tersebut.

Fakta bahwa Indonesia masih memiliki beban penyakit TBC tertinggi kedua di dunia, tidak serta merta menutup mata kita terhadap permasalahan penyakit ini. Setiap tahun diperkirakan 845.000 orang di Indonesia jatuh sakit akibat Mycobacterium tuberculosis, namun hanya 67% atau 568.987 kasus TBC yang ternotifikasi ke Kementerian Kesehatan pada tahun 2019.

“Sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan global, Tuberkulosis merupakan salah satu fokus utama kami dalam hal perbaikan kesehatan masyarakat. Kami terus memperkuat komitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat agar menjadi lebih baik lagi. Sejak tahun 2015, PT Johnson & Johnson Indonesia telah terlibat dan turut berperan aktif dalam program pemberantasan TBC yang berfokus pada tiga hal, yaitu; (1) edukasi dan peningkatan kesadaran publik; (2) peningkatan kapasitas; dan terkait dengan (3) akses terhadap diagnosa dan perawatan. Oleh karena itu kami senantiasa mendukung pemerintah dalam upaya meningkatkan kesadaran dan mengajak peran serta masyarakat untuk mencegah penyakit TBC, sehingga dapat mewujudkan Eliminasi TBC 2030 di Indonesia,” ujar Devy Yheanne, Country Leader of Communication and Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia.

Hadirnya pandemi global COVID-19 menjadi tantangan baru dalam upaya eliminasi TBC & TBC RO di Indonesia pada tahun 2030. Terpusatnya perhatian pemerintah dalam upaya merespon COVID-19 berdampak pada upaya eliminasi TBC & TBC RO yang telah menjadi komitmen pemerintah sejak lama.

Oleh karena itu, selama pandemi COVID-19, keberlangsungan pelayanan TBC dan TBC RO harus terus diupayakan dan tidak boleh diabaikan karena ada risiko pasien resistan obat dan dapat menularkan kepada sekitarnya. Terlebih lagi, TBC berada di peringkat 10 besar penyakit penyerta pasien COVID-19

Dengan adanya fakta ini, pelibatan masyarakat dalam pengendalian penyakit serta protokol pelayanan TBC & TBC RO selama pandemi COVID-19 menjadi penting dalam situasi adaptasi kebiasaan baru. Masyarakat dapat berperan besar dalam upaya pencegahan penularan penyakit, penemuan kasus, dan pendampingan pengobatan bagi penderita pasien TBC & TBC RO. Pasien juga harus terus menjalani pengobatan hingga sembuh agar tidak memperburuk kondisi kesehatan.

“Pemerintah berkomitmen untuk menjaga kesinambungan upaya eliminasi TBC & TBC RO dalam pandemi COVID-19. Untuk mewujudkan target eliminasi TBC pada tahun 2030, masyarakat, utamanya generasi muda dan kelompok usia produktif, serta dunia industri, dapat berperan besar lewat partisipasi aktif dalam mendukung pencegahan penularan penyakit, penemuan kasus, deteksi dini, dan pendampingan pengobatan bagi pasien TBC. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi dukungan dan berbagai inisiatif dari PT Johnson & Johnson Indonesia yang menunjukkan komitmen perusahaan dan berkorelasi positif dengan prioritas pemerintah,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI.

Kesadaran masyarakat yang masih rendah, dan dalam rangka menurunkan jumlah kasus dan menekan penyebaran penyakit TBC dan TBC RO di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI dan didukung PT Johnson & Johnson Indonesia, menggelar kembali gerakan sosialisasi Ayo TOSS TBC lewat kegiatan TOSS TBC Virtual Run & Ride 2021. Kegiatan yang telah sukses digelar tahun lalu, kini kembali hadir dan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang lebih inovatif, yaitu berlari dan bersepeda secara virtual yang dapat dilakukan di manapun dan kapanpun.

Kegiatan ini bertujuan agar semakin banyak masyarakat yang terlibat untuk mengambil bagian dan berperan aktif mendukung pencegahan dan penanggulangan penyakit TBC dan TBC RO di Indonesia, salah satunya dengan berolahraga. Disamping itu, melalui kegiatan ini masyarakat juga diajak untuk meningkatkan kepedulian lewat berdonasi. Seluruh biaya kepesertaan kegiatan ini akan disalurkan sebagai donasi kepada Dompet Dhuafa untuk mendukung aksi nyata penanggulangan TBC di Indonesia.

Kegiatan TOSS TBC Virtual Run & Ride 2021 terbuka untuk umum dengan minimal usia 18 tahun. Dalam situasi pandemi saat ini, kegiatan olahraga dapat tetap dilakukan melalui kegiatan yang aman, sesuai dengan protokol kesehatan, dan tidak melibatkan pengumpulan massa. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok di rumah, kapanpun, dengan siapapun sesuai protokol kesehatan. Masyarakat Indonesia bisa mendaftarkan diri untuk berpartisipasi melalui situs www.ayotosstbc.com sampai dengan 16 Agustus 2020. Adapun periode lari akan dimulai bertepatan dengan HUT RI pada tanggal 17 Agustus 2020 sampai dengan 31 Agustus 2021.

Pada kesempatan ini, Kementerian Kesehatan RI dan didukung oleh PT Johnson & Johnson Indonesia juga menginisiasi Kompetisi Video TOSS TBC 2021 yang masih menjadi salah satu rangkaian kegiatan dari Gerakan Ayo TOSS TBC. Kompetisi Video TOSS TBC 2021 secara khusus mengajak para generasi muda Indonesia untuk mengambil peran dan turut serta dalam mengedukasi serta mensosialisasikan TBC dan pentingnya deteksi dini melalui kreativitas mereka.

“Rangkaian kampanye Ayo TOSS TBC 2021 merupakan momentum untuk kembali menyatukan tekad bersama dalam mewujudkan Indonesia sehat dan menciptakan semangat memperjuangkan ketahanan kesehatan Indonesia. Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit TBC & TBC RO memerlukan partisipasi aktif dan pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda yang dapat mendorong gerakan ini menjadi lebih efektif dan luas cakupannya. Mari bersama eliminasi TBC dan lawan COVID19 untuk membangun bangsa sehat dan berprestasi,” Najwa Shihab, Pendiri Narasi.

Generasi muda merupakan salah satu kelompok usia berisiko terhadap TBC dan TBC RO, sehingga perlu adanya edukasi melekat sejak dini untuk menciptakan pemahaman agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka mulai dari mengenali TBC dan TBC RO, melakukan deteksi dini, dan menuntaskan pengobatan sampai sembuh. Untuk itu, sasaran kampanye sosialisasi Tuberkulosis tahun ini difokuskan pada generasi muda, dimana khalayak sasaran utama berada pada rentang usia 18 – 35 tahun, dan khalayak sasaran sekunder pada usia di bawah 18 tahun.

“Setiap detik berharga (The Clock is Ticking). Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut serta berperan aktif dalam menciptakan inovasi dan inisiatif yang membantu mendukung berbagai upaya yang dilakukan untuk sosialisasi eliminasi TBC, karena mereka adalah pemegang kendali kehidupan di masa depan. Mari turut serta dalam Gerakan Ayo TOSS TBC dengan berpartisipasi dalam kegiatan TOSS TBC Virtual Run & Ride 2021 dan selamatkan bangsa Indonesia dari TBC,” tutup Devy.

 
 

Sinarmas MSIG Life Mendukung PMI dan Rotary Club Memberikan Vaksin Gratis kepada Masyarakat.

Jakarta. Harianasional.com-PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. (Sinarmas MSIG Life) bersama dengan PMI dan Rotary Club mendukung Pemerintah dalam percepatan program vaksinasi Covid-19 gratis untuk 10.000 masyarakat umum, baik dewasa hingga anak usia 12 tahun ke atas. Melalui program ini, Sinarmas MSIG Life menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan perlindungan yang terpercaya bagi keluarga Indonesia.

“Kami terus mendampingi keluarga Indonesia dalam mendapatkan perlindungan kesehatan dan finansial melalui berbagai inisiatif yang kami lakukan. Melalui program vaksinasi PMI ini, kami berharap dapat membantu dalam memberikan perlindungan dari bahaya virus corona serta mendorong program Pemerintah menuju herd-immunity sesegera mungkin,” ungkap Presiden Direktur Sinarmas MSIG Life,  Wianto Chen.

Layanan vaksinasi Covid-19 ini berlokasi di halaman parkir PMI Pusat, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan dan berlangsung dari pukul 08:00 s.d. 12.00 WIB, selama 10 hari, mulai dari tanggal 8 – 17 Juli 2021 dengan target 1.000 penerima vaksin setiap hari.

Masyarakat melakukan pendaftaran melalui mekanisme yang telah ditentukan oleh PMI. Sementara itu, khusus bagi Nasabah Sinarmas MSIG Life di area Jabodetabek, mendapatkan kesempatan khusus untuk mengikuti program vaksinasi gratis ini di tanggal 16 & 17 Juli dengan kemudahan registrasi di layanan aplikasi digital M-Polis.

“Memberikan perlindungan yang menyeluruh bagi Nasabah, karyawan dan keluarga Indonesia menjadi prinsip kami untuk menjadi mitra asuransi yang terpercaya, terutama di masa-masa yang penuh tantangan seperti saat ini. Kami terus mengupayakan kemudahan akses dalam mendapatkan perlindungan kesehatan dan finansial. Semoga kita bisa segera melewati masa penuh tantangan ini bersama-sama,” tutup Wianto Chen.

Kasus Covid-19 yang terus meningkat membuat Pemerintah kembali menerapkan pembatasan mobilitas di sejumlah daerah guna menekan laju penyebaran virus. Masyarakat terus dihimbau untuk berhati-hati, senantiasa menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 6M (mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari keramaian, mengurangi mobilitas dan menghindari makan bersama) serta segera mendapatkan vaksin

 
 

Seluruh Karyawan favehotel Pasar Baru Telah Menerima Vaksinasi Covid-19

Jakarta. Harianasional.com-Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19, favehotel Pasar Baru telah menerima vaksinasi untuk semua karyawan.

“Program vaksinasi untuk karyawan favehotel Pasar Baru telah dilakukan sejak bulan Mei 2021. Hal ini kami lakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi tamu yang menginap maupun mengadakan kegiatan di favehotel Pasar Baru. Berpikir positif dan tetap semangat merupakan hal yang kami himbaukan kepada seluruh karyawan dalam menghadapi masa pandemi sekarang ini,” ujar Rumi Trihandayani selaku Hotel Manager favehotel Pasar Baru

favehotel Pasar Baru juga telah mendapatkan sertifikasi Clean, Healthy, Safety, Environment (CHSE) dari  Kementrian Pariwisata Ekonomi dan Kreatif Republik Indonesia. Sertifikat CHSE merupakan tanda bahwa hotel sudah menerapkan protokol Kesehatan berbasis Cleanliness (kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan) perhotelan dalam masa pandemi Covid-19.

Selain telah melaksanakan vaksinasi favehotel Pasar Baru senantiasa menerapkan standar protokol kesehatan seperti mengecek suhu tubuh, menyediakan tempat untuk mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak bagi seluruh karyawan dan tamu.

 
 

Program Mobil Vaksin Keliling, JXB Dukung Upaya Jemput Bola Pemprov DKI Demi Capai Target Vaksinasi

Jakarta. Harianasional.com-Jakarta Experience Board (JXB) / PT Jakarta Tourisindo mendukung program mobil vaksin keliling yang resmi diluncurkan hari ini (8/7). Mobil Vaksin keliling merupakan inisiatif dari Pemprov DKI Jakarta untuk langsung mendatangi masyarakat sehingga vaksin menjadi lebih mudah dijangkau, salah satunya di kawasan hunian padat yang aksesnya terbatas. Rencananya akan ada 16 mobil vaksin yang tersedia, hasil kolaborasi Pemprov DKI dengan berbagai unsur. Diharapkan mobil vaksin menjadi salah satu solusi untuk mempercepat program percepatan vaksinasi di Jakarta.

Pada uji coba yang dilaksanakan di Pasar Senen dan Cakung kemarin (7/7), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa vaksin keliling juga merupakan bentuk kolaborasi dari segala unsur yaitu Polda Metro Jaya, Kodam, Kemendikbud, PT Magenta Mediatama, Jakarta Experience Board, Aprindo, Apindo, Pipindo, Kadin serta relawan dari institusi yang tergabung dalam kolaborasi program percepatan vaksinasi ini.

“Semoga 16 mobil vaksin yang tersedia dapat bekerja untuk menjemput masyarakat yang memiliki kendala mendatangi lokasi-lokasi vaksinasi yang ada sekarang. Sehingga, target 7,5 juta vaksin pada 17 Agustus bisa lebih cepat tercapai,” ujar beliau. Anies juga mengungkapkan hingga saat ini, sudah tercapai 4,9 juta orang yang telah mendapatkan vaksin di DKI Jakarta.

Uji coba vaksin keliling di Pasar Senen turut dihadiri oleh Forkopimda DKI Jakarta, diantaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta Asri Agung Putra. Hadir pula Direktur Utama Jakarta Experience Board, Novita Dewi.

Seperti juga sentra vaksin lainnya, program vaksinasi di mobil vaksin keliling ini juga tidak dipungut biaya. Masyarakat dapat langsung mendaftarkan diri melalui aplikasi JAKI dan mendapatkan jadwal dan lokasi vaksin. Masyarakat juga dapat mendatangi mobil vaksin dan mendaftar via aplikasi JAKI langsung di tempat. Pelayanan setiap mobil vaksin ini akan berlangsung dari pukul 08.00-12.00 WIB dan memiliki kuota hingga 100 orang per hari.

Pada peluncuran hari ini (8/7), mobil vaksin keliling dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Adapun, empat titik yang dapat didatangi, diantaranya Taman Dadap Merah di Kebagusan, Apartemen Senopati Suites di Senayan, RPTRA Cempaka Sari di Cakung Barat dan RPTRA Bunga Rampai di Malaka Jaya.

Direktur Utama Jakarta Experience Board Novita Dewi mengharapkan kehadiran mobil vaksin dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. “Kami sebagai kolaborator mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid-19. Salah satu solusi untuk mengelola pandemi ini adalah dengan program vaksinasi. Jadi, kami harapkan masyarakat dapat dengan mudah mengakses vaksinasi,” tutupnya.

 
 

Page 1 of 12

Donasi untuk PALESTINA

 

K2 Login

K2 Users

Kesehatan

Keluarga Sangat Berperan dalam Menuntaskan Target Vaksinasi Lansia untuk Mencapai Herd Immunity

Jakarta. Harianasional.com--Sejak awal program vaksinasi COVID-19 dimulai secara nasional, kelompok lanjut...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Tekno

Memilih Smartphone 5G Flagship yang Stylish untuk Anak Muda

Memilih Smartphone 5G Flagship yang Stylish untuk Anak Muda

Jakarta. Harianasional.com-realme, sebagai merek Favoritnya Anak Muda Kembali memberikan kesempatan terbaik...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Pendidikan

Pushidros TNI AL Tenemukan Bahaya Keselamatan Navigasi dan Pelayaran di Selat Bangka

Pushidros TNI AL Tenemukan Bahaya Keselamatan Navigasi dan Pelayaran di Selat Bangka

Jakarta.Harianasiona.com-Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidros TNI AL) menemukan bahaya...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Otomotif

Astra UD Trucks Memperluas Jaringan Digital dan Non Digital

Astra UD Trucks Memperluas Jaringan Digital dan Non Digital

Jakarta. Harianasional.com-Astra UD Trucks, salah satu distributor truk terbesar di Indonesia kembali...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com