Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • HOT NEWS
nusantara: Farewell Pass Akhiri Multilateral Naval Exercise ARNEX 2021 - Saturday, 04 December 2021 10:10
Metro: Wakil Walikota dan Ketua PMI Tinjau Donor Darah Sehaty Jakarta... - Saturday, 04 December 2021 04:14
Kesehatan: Sehaty Jakarta Pusat Gandeng Ayam Brand dan Kalbe Bikin Acara... - Saturday, 04 December 2021 04:09
nusantara: TNI AL Dan RUSSIAN NAVY Latihan Bersama Angkatan Laut Negara-Negara... - Saturday, 04 December 2021 02:28
nusantara: Pangkoarmada l Pimpin Upacara Tabur Bunga Peringati Hari Armada di... - Saturday, 04 December 2021 02:03
nusantara: Sambut Hari Armada RI Tahun 2021, Koarmada I Gelar Serbuan... - Friday, 03 December 2021 23:31
Sports: Melangkah Lebih Cepat dan Lebih Jauh Dengan Under Armour Hovr... - Friday, 03 December 2021 03:25
Blue Grey Red
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Kesehatan

Sehaty Jakarta Pusat Gandeng Ayam Brand dan Kalbe Bikin Acara Papsmear dan Donor Darah

Jakarta, Harianasional.com-Sehaty Jakarta Pusat bekerjsama dengan Yayasan Kanker Indonesia mengandeng ayam brand dan kalbe untuk membuat suatu acara pemeriksaan kanker sevriks atau papsmear dalam rangka menyambut hari ibu tahun 2021.

Kegiatan pemeriksaan papsmear ini dikarenakan banyaknya para ibu-ibu khususnya ibu-ibu muda yang kurang peduli akan bahayanya kanker serviks ini dan hal ini memang tidak dapat diketahui jika kita tidak melakukan pemeriksaan," kata dr Poernomo Sigit Sidi dari Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta.

Lebih lanjut dr Poernomo mengatakan pemeriksaan papsmear ini hendaknya diakukan secara rutin setiap setahun sekali, tetapi memang para ibu-ibu ini malas melakukan hal itu, ketika sudah parah baru melakukan pemriksaan dan ini sudah terlambat secara medis dan bisa tidak tertolong lagi," ungkap dr Poernomo

Pencegahan kanker serviks bisa dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan pengecekan pap smear. Metode ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan sel-sel yang berpotensi akan menjadi kanker.

“Pap smear itu untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks atau leher rahim. Kalau masih belum yakin dengan pasangan, lebih baik hubungan seksnya menggunakan kondom. Karena bisa melindungi dari kanker, kehamilan, dan penyakit lainnya,” jelas dr.Poernomo

Dalam kesempatan yang sama M. Irvan ketua panitia dan juga ketua Sehaty Jakarta Pusat menambahkan, melihat animo masyarakat yang begitu baik maka acara ini nantinya menjadi agenda tahunan dari Sehaty dan bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia untuk bisa mewujutkan akan hal ini," ungkap Irvan.

Selain itu kita juga berharap kepada para sponsor seperti Ibu Christina Aryani Anggota DPR RI, ayam brand dan kalbe untuk dapat menjadi mitra dalam acara tahunan kita ini, karena tanpa adanya dukungan dari para sponsor sangat kecil kegiatan ini akan terlaksana dengan baik,” tutup Irvan.

 

Yayasan Jantung Indonesia Berkolaborasi Dengan Seniman dan Desainer Dalam Peluncuran Buku 4 Dekade YJI

Jakarta. Harianasional.com-Pada tahun 2021 ini Yayasan Jantung Indonesia (YJI) telah memasuki usia 40 tahun. Momen tersebut dirayakan dengan peluncuran buku “Berdetak 4 Dekade Yayasan Jantung Indonesia”. Berbentuk coffee table book, buku tersebut dimaknai sebagai literasi dalam mengulas kembali sejarah pendirian dan perjalanan YJI. Diakui oleh para pengurus, buku tersebut juga menjadi cara dalam mengapresiasi kerja keras dan pengabdian para pendiri, pengurus, dokter, dan relawan, yang telah berdedikasi penuh selama 40 tahun, bekerja sama dengan pemerintah dalam angka penyakit jantung dan kardiovaskular di Indonesia.

Buku ini dibuat pada saat terjadinya pandemi COVID-19, bekerja sama dengan Adhvan Media sebagai penerbit buku. Proses pembuatan buku ini dijadikan momentum untuk penggalangan dana dalam rangka tindakan kuratif dan rehabilitatif bagi pasien dengan penyakit jantung bawaan dari keluarga pra sejahtera. Diinisiasi oleh Didit Hediprasetyo sebagai Creative Director dari Adhvan Media, proses pembuatan buku dimulai dengan mengundang para seniman kontemporer dan perancang busana untuk mendonasikan karya bertema “jantung”. Karya-karya tersebut, didonasikan untuk menggalang dana demi membantu pasien dengan penyakit jantung dari keluarga pra sejahtera.

Kerjasama dengan para seniman kontemporer dan desainer fashion dan aksesori ini, diharapkan dapat meningkatkan awareness lebih luas lagi tentang pentingnya kesehatan jantung. Penerbitan buku ini juga didukung penuh oleh Omron, Plataran Group dan Bank Danamon.

Berkat dukungan para seniman dan desainer, terkumpul lah sejumlah total 48 karya. Selain ditampilkan ke dalam buku, karya-karya tersebut juga dipresentasikan ke dalam pameran tertutup berjudul “Berdetak: 4 Dekade Yayasan Jantung Indonesia” di Museum Nasional Indonesia. Hingga saat ini, donasi karya telah dapat membantu kurang lebih 20 anak dengan cacat jantung bawaan dari keluarga pra sejahtera, dalam bentuk bantuan deteksi dini, kuratif dan rehabilitatif. Pameran tertutup tersebut juga dimanfaatkan untuk rekaman pameran virtual, yang mulai 9 November 2021, dapat dinikmati oleh publik melalui https://inaheart.or.id/40TahunYJI.

Dengan mengusung tema “Show Your He(art)” dan mengedepankan semangat kolaborasi, pembuatan buku tersebut didukung oleh 11 seniman kontemporer dan 16 perancang busana dan perhiasan. Para seniman tersebut adalah Aditya Novali, Agus Suwage, Angki Purbandono, Davy Linggar, Eddie Hara, Meliantha Muliawan, Mella Jaarsma, Mujahidin Nurrahman, Mulyana, Octora Chan, dan Syagini Ratna Wulan. Sedangkan para desainer adalah Adrian Gan, Auguste Soesastro, Cara Faye, Didit Hediprasetyo, Eddy Betty, fbudi, Ghea Panggabean, Harry Halim, Heaven Tanudiredja, Major Minor, Sebastian Gunawan, Sejauh Mata Memadang, Stella Rissa, Tangan, Toton, dan Tulola Jewelry.

Berkat dukungan para seniman dan desainer, terkumpul lah sejumlah total 48 karya. Selain ditampilkan ke dalam buku, karya-karya tersebut juga dipresentasikan ke dalam pameran tertutup berjudul “Berdetak: 4 Dekade Yayasan Jantung Indonesia” di Museum Nasional Indonesia. Hingga saat ini, donasi karya telah dapat membantu kurang lebih 20 anak dengan cacat jantung bawaan dari keluarga pra sejahtera, dalam bentuk bantuan deteksi dini, kuratif dan rehabilitatif. Pameran tertutup tersebut juga dimanfaatkan untuk rekaman pameran virtual, yang mulai 9 November 2021, dapat dinikmati oleh publik melalui https://inaheart.or.id/40TahunYJ.

Adapun buku “Berdetak 4 Dekade Yayasan Jantung Indonesia” ini, akan dijual kepada masyarakat umum, dan seluruh hasil penjualannya akan disumbangkan juga bagi YJI untuk mendukung dan mewujudkan program-program di masa mendatang. Selain itu, untuk pertama kalinya, Kepengurusan Yayasan Jantung Indonesia, juga meluncurkan “Heart Award” yang pertama kalinya diluncurkan bersamaan dengan perayaan ulang tahun YJI ke-40.

Heart Award ini dianugerahkan pada satu institusi dan satu individu yang dinilai berjasa dalam perjalanan YJI. Penerima Heart Award tahun 2021 ini adalah Rumah Sakit Jantung Harapan Kita dan Ibu Suhardani Arifin. Adapun desain trophy Heart Award ini didesain atas kerja sama pengurus YJI dengan seniman Taufan AP.

“Sejak awal didirikan, YJI mengusung misi untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang berasal dari kalangan kurang mampu, agar bisa mendapatkan akses medis maupun finansial demi keselamatan dan kesehatan jantung. Tercatat hingga bulan Agustus 2021, YJI telah memberikan bantuan kuratif dan rehabilitatif bagi 2.175 pasien dengan penyakit jantung dari keluarga pra sejahtera. Hal tersebut tentu saja merupakan hasil jerih payah seluruh komponen YJI dalam hal penggalangan dana, serta dukungan dari para donatur, sehingga berbagai program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dapat berjalan dengan baik,” ujar Esti Nurjadin, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia.

Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari usaha YJI sebagai organisasi nirlaba dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama ketika memasuki era pandemi COVID-19. Keterbatasan dalam berbagai kegiatan selama pandemi mendorong YJI untuk lebih kreatif dalam mendesain program penggalangan dana agar sesuai dengan kebiasaan baru atau new normal.

 
 

Bank DBS dan Manulife Luncurkan MiEarly Critical Protection untuk Perlindungan Penyakit Kritis Tahap Awal hingga Lanjut

Jakarta. Harianasional.com-Bank DBS Indonesia bersama Manulife Indonesia meluncurkan Asuransi Kesehatan Penyakit Kritis, MiEarly Critical Protection (MiECP), solusi perlindungan inovatif yang memberikan manfaat penyakit kritis tahap awal dan tahap akhir yang menawarkan pilihan pembayaran terbatas serta melindungi nasabah dari 154 penyakit kritis.

“Selain berjuang dengan ketidakpastian di tengah pandemi Covid-19, masyarakat senantiasa berhadapan dengan risiko penyakit kritis. Bank DBS Indonesia sebagai bank yang selalu berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik melalui inovasi produknya, ingin agar nasabah tetap dapat menikmati hidupnya di tengah beragam risiko yang ada. Sejalan dengan komitmen tersebut, Bank DBS Indonesia berkolaborasi dengan Manulife Indonesia menghadirkan solusi terhadap penyakit kritis yang dilengkapi dengan masa perlindungan selama 20 tahun,“ jelas Paulus Sutisna, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia.

“Sejalan dengan komitmen Bank DBS Indonesia terhadap para nasabah, kami semakin memahami kebutuhan masyarakat terkait asuransi kesehatan khususnya perlindungan terhadap penyakit kritis dan biaya perawatan yang tidak murah. Oleh karena itu, kami hadirkan MiEarly Critical Protection (MiECP) yang menyediakan perlindungan mulai dari tahap awal penyakit kritis hingga tahap akhir penyakit kritis maupun manfaat unit perawatan intensif ini. Dengan demikian, masyarakat lebih fokus terhadap pemulihan dan mendapatkan ketenangan pikiran,” ujar Ryan Charland, President Director & CEO Manulife Indonesia.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya 15 dari setiap 1.000 orang, atau sekitar 2.800.000 individu di Indonesia, terkena dampaknya setiap tahun. Penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke merupakan empat penyakit katastropik teratas dalam hal biaya pengobatan termahal.

Dalam 5 tahun terakhir, angka klaim penyakit kritis di Manulife melonjak sebesar lebih dari 200% dari Rp12,5 miliar di tahun 2015 menjadi Rp25,5 miliar di tahun 2020. Sepanjang pandemi, permintaan untuk asuransi juga terlihat meningkat. Manulife Asia Care Survey yang dirilis pada Februari 2021, mengungkapkan jika hampir tiga perempat (72%) responden dari Indonesia menyatakan ingin membeli polis baru dalam enam bulan ke depan—sedikit lebih tinggi dari rata-rata kawasan Asia (71%) – dengan perlindungan penyakit kritis sebagai salah satu jenis asuransi yang banyak diinginkan responden.

Mengingat biaya pengobatan yang besar terhadap penyakit kritis, MiECP menyediakan fitur Power Reset yang memungkinkan nasabah mengatur ulang (reset) Uang Pertanggungan mereka sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Sebagai contoh, Uang Pertanggungan akan diperbaharui menjadi kembali 100% secara otomatis apabila tidak terjadi klaim dalam waktu 12 bulan sejak klaim di bawah ini, mana yang terjadi lebih dahulu:

Manfaat Penyakit Kritis Tahap Awal yang pertama; atau Manfaat rawat inap di ICU/HCU/ICCU/PICU.

Selain itu, jika nasabah meninggal dunia, penerima manfaat akan menerima 100% Total Premi yang telah dibayarkan (tidak termasuk Premi Tambahan) selama masa Pertanggungan. Jika nasabah hidup hingga akhir Masa Pertanggungan dan Uang Pertanggungan MiEarly Critical Protection belum dibayarkan 100%, maka penerima manfaat akan menerima 100% Total Premi yang telah dibayarkan (tidak termasuk Premi Tambahan).

Beberapa keunggulan lainnya dari MiEarly Critical Protection antara lain;

Manfaat Angioplasti

Manfaat Kegagalan Fungsi Organ Akibat Diabetes.

Dengan beragam manfaat tersebut, nasabah akan mendapatkan ketenangan finansial dari risiko penyakit kritis serta dapat mempersiapkan masa depan yang semakin hari semakin baik.

 
 

Risiko Autoimun Meningkat, Lindungi Kesehatan Diri dari Penyakit Kritis dan Jaga Keunggulan Finansial

Jakarta. Harianasional.com-Meningkatnya kasus penderita autoimun belakangan ini didukung oleh data The Lupus Foundation of America yang memperkirakan ada 16 ribu kasus baru penyakit autoimun lupus setiap tahunnya di seluruh dunia. Sayangnya, kesadaran masyarakat terhadap penyakit autoimun saat ini masih rendah karena gejalanya yang bervariasi dan menyerupai beragam penyakit lainnya. Sebagai bagian dari komitmen DBS Treasures yang secara proaktif berkomunikasi dengan Nasabah untuk menyampaikan insight serta solusi yang relevan, hadir webinar DBS eTalk Series bertajuk “Autoimmune Won’t Keep You Apart: Living Well with Loved Ones“. Acara ini merupakan bagian dari peluncuran produk perlindungan terbaru MiEarly Critical Protection (MiECP) yang fokus memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis, termasuk yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Hal ini menjadi perwujudan strategi manajemen kekayaan yang mencermati kebutuhan Nasabah dari DBS Treasures sebagai mitra manajemen kekayaan terpercaya.

Hal tersebut dipertegas oleh Rudy Tandjung, Consumer Banking Director, PT Bank DBS Indonesia yang menyampaikan bahwa produk MiECP melengkapi blueprint strategi manajemen kekayaan dari DBS Treasures, mencakup rangkaian produk perlindungan komprehensif yang relevan bagi Nasabah. DBS Treasures bermitra dengan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (“Manulife Indonesia”) meluncurkan MiECP sebagai komitmen bersama untuk melindungi tidak hanya kesehatan Nasabah, namun juga kekayaan serta gaya hidup Nasabah bersama keluarga, sehingga mereka dapat Live more, Bank less.

Dalam acara eTalk Series tersebut, Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan dosen kedokteran memaparkan, “Penyakit autoimun merupakan suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang tubuh sendiri karena tidak dapat membedakan antara sel asing dan sel tubuh sendiri. Sistem kekebalan tubuh salah mengira bagian tubuh sendiri, seperti persendian atau kulit, sebagai benda asing dan melepaskan protein yang disebut autoantibodies untuk menyerang sel-sel sehat. Saat ini ada lebih dari 150 jenis penyakit autoimun yang diketahui, dapat ditandai dengan munculnya gejala-gejala umum seperti kelelahan, otot pegal, bengkak dan kemerahan, demam ringan, mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki, rambut rontok, serta ruam kulit. Penyakit autoimun dapat menyebabkan timbulnya penyakit lainnya, atau bahkan berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik dan tepat. Namun pasiennya dapat menjalani hidup dengan baik dan nyaman jika terdiagnosis sejak awal serta mendapatkan perawatan yang tepat secara konsisten.”

Qory Sandioriva, Puteri Indonesia 2009 dan Duta Autoimmune Indonesia, menceritakan pengalaman pribadinya terkait penyakit autoimun yang ia derita sejak usia 16 tahun. “Saya yang dulunya sering beraktivitas olahraga di luar rumah, tiba-tiba mengalami sakit kepala hebat, sering pingsan dan badan terasa mudah kelelahan bahkan sesak nafas. Saat itu, dokter mendiagnosa saya menderita darah rendah, tapi hasil laboratorium menunjukkan hasil yang normal. Saat dinobatkan sebagai Puteri Indonesia di usia 17 tahun, kondisi saya memburuk dengan gejala seperti kulit terasa perih, ngilu sendi dan tulang, otot dan saraf kaku hingga saya mengalami koma selama 3-4 hari. Berat badan pun turun drastis sebanyak 10 kilogram. Setelah beberapa kali salah diagnosis, seperti Thypus, Demam Berdarah, hingga akhirnya salah satu dokter menyatakan saya terkena Systemic Lupus Erythematosus tahap awal atau Early Lupus.” Qory juga merasakan bagaimana tiga organ yang masih dalam tahap penyembuhan, bertambah menjadi tujuh organ, dan penyakit autoimun tersebut kembali muncul akibat terpapar COVID-19 pada pertengahan 2021 lalu.

MiECP hadir sebagai produk asuransi yang menyediakan perlindungan pertanggungan terhadap 65 penyakit kritis yang didiagnosis di tahap awal, dan pertanggungan terhadap hingga 85 penyakit kritis di tahap akhir. Produk ini memiliki fitur unik dan terbaru Power Reset, di mana Nasabah dapat memperbaharui uang pertanggungan menjadi 100% setelah klaim pertama di tahap awal penyakit kritis atau setelah klaim perawatan di ICU. Sehingga, para Nasabah akan mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal, serta terbebas dari beban pikiran akan biaya perawatan yang besar karena penyakit kritis, termasuk .

 
 

Hari Jantung Sedunia Tahun Ini Mengangkat Tema "Use Heart to Connect"

Jakarta. Harianasional.com-Memperingati Hari Jantung Sedunia pada 29 September, Yayasan Jantung Indonesia mengangkat tema “Use Heart to Connect” yang juga diusung secara global tahun ini sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Tema “Use Heart to Connect” dimaksudkan untuk mengingatkan pentingnya menggunakan pengetahuan, kasih sayang, dan peran tiap individu untuk memastikan bahwa orang-orang di sekeliling memiliki kesempatan yang terbaik untuk memiliki jantung yang sehat. Dengan teknologi semua orang dapat saling terhubung sehingga memungkinkan untuk berbagi informasi dan edukasi sehingga menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi dari sebelumnya.

Mela Sabina sebagai Ketua Bidang Komunikasi dan Promotif Yayasan Jantung Indonesia, dalam jumpa pers Senin mengatakan, penyakit jantung kini bukan hanya dialami oleh orang-orang di usia senja tapi juga banyak menyerang usia muda. Tingginya prevalensi penyakit jantung di Indonesia banyak disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Perubahan gaya hidup harus dilakukan sedini mungkin sebagai investasi kesehatan di masa depan. Di era serba digital seperti saat ini perkembangan teknologi di bidang kesehatan akan mempermudah siapa pun dalam mendapatkan layanan kesehatan.

“Saat ini sudah semakin banyak yang mengenal wearables seperti jam atau gelang pintar dengan fitur utama mengukur frekuensi dan target berbagai jenis aktivitas fisik jadi semua orang bisa mempunyai pengingat kala sedang menjalani gaya hidup yang kurang baik,” ungkap Mela.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Vito A. Damay, Sp.JP(K), M.Kes., AIFO-K, FIHA., FICA., FAsCC., mengatakan salah satu cara mencegah penyakit jantung adalah meningkatkan daya tahan tubuh sebaik mungkin, makan makanan yang bergizi, hindari gula, garam serta lemak berlebihan, mengkonsumsi suplemen serta multivitamin bila diperlukan.

“Jangan lupa tetap memeriksakan kesehatan Anda secara berkala dengan cara konsultasi dengan dokter Anda melalui fasilitas telemedika. Tapi jangan lupa, jika gejala dirasa mengganggu segera kunjungi fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut,”  terang Vito.

Peringatan Hari Jantung Sedunia tahun ini diperingati oleh Yayasan Jantung Indonesia dengan menyelenggarakan beberapa program seperti Webinar Rheumatic Heart Disease bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) pada 28 September 2021, Webinar Use Heart To Connect pada 29 September 2021, HeartSports Campaign bekerjasama dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) pada 29 September – 31 Oktober 2021, program memasak menu makanan sehat Use Heart To Cook serta kompetisi membuat video melalui Reels Instagram bekerja sama dengan Komnas Pengendalian Tembakau yang akan berlangsung sampai 5 Oktober 2021.

Selain itu, menginjak tahun ke 40 kehadirannya di Indonesia, Yayasan Jantung Indonesia juga akan menyelenggarakan eksebisi virtual sekaligus penggalangan dana berupa pameran seni rupa dan fesyen dengan tema “Show Your Heart”.

Pameran seni rupa dan fesyen ini diikuti oleh puluhan perupa dan desainer seperti Angki Purbandono, Davy Linggar, Eddie Hara, Mulyana, Syagini Ratna Wulan, Chitra Subyakto, Ghea Panggabean, Sebastian Gunawan, Major Minor, Tulola Jewelry, dan lain-lain. Total ada 11 seniman dengan 21 karya (19 karya dua dimensi dan 2 karya tiga dimensi) dan 11 fesyen desainer dengan 27 karya (21 karya fesyen, 3 karya aksesoris berupa tas, 2 karya aksesoris berupa perhiasan, dan 1 set tableware).

Tujuan diselenggarakannya pameran seni rupa dan fesyen ini adalah untuk meningkatkan awareness para pecinta seni dan desain agar lebih peduli terhadap kesehatan jantung dan kardiovaskular, mendukung ekonomi kreatif, juga sebagai penggalangan dana untuk membantu tindakan intervensi, pencegahan dini, serta rehabilitasi anak-anak dengan penyakit jantung dari keluarga pra sejahtera.

 
 

Page 1 of 13

Donasi untuk PALESTINA

 

K2 Login

K2 Users

Kesehatan

Sehaty Jakarta Pusat Gandeng Ayam Brand dan Kalbe Bikin Acara Papsmear dan Donor Darah

Sehaty Jakarta Pusat Gandeng Ayam Brand dan Kalbe Bikin Acara Papsmear dan Donor Darah

Jakarta, Harianasional.com-Sehaty Jakarta Pusat bekerjsama dengan Yayasan Kanker Indonesia mengandeng...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Tekno

Dukung Acara Komunitas, Pinhome Kolaborasi dengan 8 Social Run

Dukung Acara Komunitas, Pinhome Kolaborasi dengan 8 Social Run

Jakarta. Harianasional.com=Dalam rangka mendukung kegiatan komunitas masyarakat di DKI Jakarta, Pinhome...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Otomotif

Astra UD Trucks Memperluas Jaringan Digital dan Non Digital

Astra UD Trucks Memperluas Jaringan Digital dan Non Digital

Jakarta. Harianasional.com-Astra UD Trucks, salah satu distributor truk terbesar di Indonesia kembali...

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com